Akhirnya event Pecha Kucha Night yang telah berlangsung di berbagai kota di seluruh dunia kini hadir di kota kita tercinta, Yogyakarta pada tanggal 25 November 2011. Hanya dengan 20 gambar dan masing2 gambar ditayang kan 20 detik (total: 6 menit 40 detik, tidak lebih, janji), para pembicara dari berbagai disiplin ilmu akan berbagi cerita dan juga ide-ide yang mungkin selama ini belum pernah terpikir oleh kita. Mereka yang akan berbagi adalah:

1. Komunitas Tari Saman Arsitektur UGM (ARCHIMAN)

Archiman adalah akronim dari architecture saman. Kelompok yang beranggotakan 34 orang yang semuanya adalah perempuan ini mulai dibentuk pada tahun 2011 bulan September.  Tujuan utama dari kelompok Archiman adalah memberikan kegiatan baru yang menyenangkan dan juga sehat untuk seluruh mahasiswa arsitektur Universitas Gadjah Mada. Diawali dengan berlatih gerakan saman dari teman yang pernah juga mengikuti ekstrakulikuler saman di SMAnya dulu. Karena minimnya sumber belajar, maka diputuskanlah untuk meminta bantuan seorang mahasiswi S2 UIN yang berasal dari Aceh bernama Mbak Redi untuk mengajarkan gerakan-gerakan saman dan nyanyian saman.

2. Sarwono Hatmoko

Sarwono Hatmoko adalah design director dan arsitek untuk Komunitas Hatmakan Wetan, konsultan desain arsitektur yang berada di jogja. Di sela sela kesibukannya, beliau menyempatkan dirinya untuk berbagi sedikit mengenai praktik arsitektur yang sudah dilakukannya di Pecha Kucha Night Yogyakarta #1.

3.  Wawan (Cutting Sticker Business)

4. Garden Juice

Pembicara: Ridha Perwira

Garden Juice tercipta oleh keperdulian akan kebutuhan dasar manusia: Makanan dan Minuman, bagaimana kita memilih buah dan sayuran yang segar serta bagaimana kita mengolahnya dengan heart of food making untuk membuat jus yang sehat dan lezat!

Back to the basic, meet the sunshine, hear sound of the wind, and sing with some crickets. This taste of nature that we celebrate everyday at Garden Juice

(diambil dari: http://garden-juice.blogspot.com/)

5. Book for Mountain

Pembicara: Niniek Febriany dan Lambang Wicaksono

Book For Mountain diawali oleh sekelompok anak KKN UGM yang berinisiatif untuk mengumpulkan donasi buku dan membagikannya kepada anak anak kecil yang berada di pelosok negeri Indonesia, dimulai dari sebuah sekolah kecil di dekat kaki gunung Rindjani, Book for Mountain kini telah menyelesaikan misi berbagi buku dan mengajarnya ke Merapi, Keningar, Bromo, Ponre-Ponre, dan Sebesi. (www.bookformountain.tumblr.com)

6. Farid Stevy Asta (Perupa/Seniman)

lahir di Gunungkidul, 20 okt 1982. Lulus dari fakultas seni rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta jurusan Disain Komunikasi Visual. Sekarang menjalankan LIBSTUD + LOTEN (CV.LOTEN GOMEDI), sebuah studio disain grafis, komunikasi visual dan ruang kerja seni rupa di Yogyakarta. Di waktu luang, berperan sebagai badut bernyanyi di band sepele bernama FSTVLST (Festivalist).

Farid akan bercerita tentang pengalaman hidupnya sampai dengan penemuannya akan sederhanya kebahagiaan

7. Dagadu Djokdja Creative Studio

Pembicara: Ahmad Noor Arief

Sejak awal kelahirannya, Dagadu Djokdja telah memposisikan diri sebagai produk cinderamata alternatif dari Djokdja dengan mengusung tema utama: Everything about Djokdja. Ya artefaknya, bahasanya, kultur kehidupannya, maupun remeh-temeh keseharian yang terjadi di dalamnya. Terminologi “alternatif” digunakan untuk membedakan produk Dagadu Djokdja dengan cinderamata lain dengan karakteristik : memberi bingkai estetika pada hal-hal keseharian yang dianggap sederhana dan remeh; mengungkapkan gagasan dengan gaya bermain-main yang mudah dipahami; memberi penekanan pada asfek keatraktifan melalui bentuk-bentuk sederhana yang mencolok; memilih citra craft atau kerajinan ketimbang fabrikan, baik melalui material yang digunakan maupun unsur-unsur desain dari pemilihan warna hingga finishing (diambil dari http://www.dagadu.co.id/)

8. Towil (Komunitas Sepeda Onthel)

Towil adalah ketua dari salah satu Komunitas Sepeda Onthel Yogyakarta; PODJOK (Paguyuban Onthel Djokdjakarta), sampai saat ini masih giat mengikuti event-event sepeda yang ada dijogja untuk menunjukkan jogja sebagai salah satu barometer kota sepeda di Indonesia

9. Perumahan Semi-Permanen di Sudimoro oleh Arsitek: Eugenius Pradipta

Pembicara: Daniel Alexander Napitupulu dan Pradnya Duhita

Perumahan Semi Permanen di Sudimoro adalah proyek yang dikerjakan oleh Arsitek (Eugenius Pradipta), Tim KKN UGM, Masyarakat setempat, Relawan, dan Organisasi PB-Anshor, sebagai bentuk inisiatif bantuan terhadap korban Bencana Lahar dingin bantaran sungai Pabelan, Desa Sudimoro, Muntilan, Jawa Tengah. Dalam prosesnya, Kompleks Perumahan sementara ini sudah mengakomodasi rumah tinggal, sebuah mushola, dan rumah baca.

10. Soundboutique

Pembicara: Ari Wulu

Soundboutique adalah forum band elektronika yang ada di Yogyakarta

11. CouchSurfing

bertemunya berbagai budaya oleh faktor pariwisata tentunya menjadi salah satu motif dari CouchSurfing, sebuah jaringan dimana para traveler dapat terhubung, bertukar informasi dan berbagi budaya dengan berbagai masyarakat, lokal tempat mereka berlibur ataupun internasional. CouchSurfing Jogja akan membagikan sedikit mengenai hal ini dalam konteks kota Jogja.

tempat: Pasturo Cafe, Jl. Sekar Dwijan no. 24, Yogyakarta | map: http://t.co/VXOeJVxB
HTM: Rp 5000 (free drink + free new ideas)

info lebih lanjut tentang acara ini bisa di dapat di:
twitter: @PechaKuchaJOG

Advertisements