PECHA-KUCHA 20X20

pada tahun 2003, Mark Dytham dan isterinya Astrid Klein membuat sebuah acara di Tokyo, Jepang bernama Pecha Kucha (diambil dari istilah orang jepang untuk decak/bunyi orang yang ngobrol), sebuah acara kumpul-kumpul dimana desainer muda dan orang-orang kreatif bisa bertemu, memperluas jaringan mereka dan berbagi ide dengan mempresentasikan karya-karya yang telah mereka buat.

yang menarik dari acara ini adalah format presentasinya: PechaKucha 20×20.

Pecha Kucha 20×20 adalah sebuah format presentasi dimana setiap orang hanya bisa mempresentasikan karya mereka dalam 20 slide/image dan hanya dengan 20 detik setiap slide. Awalnya format ini diciptakan karena kebanyakan orang kreatif akan menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk mempresentasikan karya mereka. Ide Pecha Kucha 20×20 hanyalah sebuah solusi untuk acara berbagi yang dinamis, padat, dan berkuantitas karena semakin banyak orang yang bisa membagikan idenya dengan waktu yang sangat singkat.

Sejak bulan Agustus kemarin, Niken Titah, berinisiatif untuk mendapatkan license Pecha Kucha Yogya, dibantu dengan beberapa teman: Heppy Eka Ramadhany, Ignatius Brahmono Aji dan Stephanus Theodorus Suhendra, berusaha untuk menghadirkan Pecha Kucha di kota Yogya dimana budaya berbagi sangat besar dan industri kreatif meledak sejadi-jadinya.

Enjoy Pecha Kucha Yogya!! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s